Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Visi

Universitas Hasanuddin
“Pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis benua maritim Indonesia.”

Fakultas Kedokteran
“Menjadi Fakultas Kedokteran yang bereputasi internasional yang menghasilkan lulusan berjiwa humanis dan berbudaya digital berbasis benua maritim Indonesia.”

Prodi Kedokteran Hewan
“Menjadi Program Studi Kedokteran Hewan bereputasi yang menghasilkan dokter hewan humanis dan berbasis benua maritim Indonesia dan potensi lokal.”

Filosofi visi Universitas Hasanuddin tentang benua maritim Indonesia (BMI) bermakna bahwa Indonesia sebagai satu kesatuan darat, laut, dan udara di atasnya, tertata secara unik menampilkan ciri-ciri benua dengan karakteristik yang khas pada iklim dan cuaca (klimatologi dan meteorologi), keadaan air (oseanografi), tatanan kerak Bumi (geologi), keragaman biota (biologi), serta tatanan sosial budayanya (antropologi), yang menjadi wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keseluruhan aspek tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan menggugah emosi, perilaku, dan sikap mental dalam menentukan orientasi dan pemanfaatan unsur-unsur maritim pada semua aspek kehidupan.

Sebagai turunan visi universitas dan fakultas, visi Prodi Kedokteran Hewan mengandung empat unsur utama: (1) program studi bereputasi; (2) dokter hewan humanis; (3) benua maritim Indonesia; dan (4) potensi lokal.

Program studi bereputasi
Prodi S1 Kedokteran Hewan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan berkomitmen untuk membangun reputasi di tingkat nasional dan internasional melalui akreditasi, penerapan standar pendidikan yang tinggi, penelitian yang berkualitas, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Kredibilitas diraih dengan memenuhi kebutuhan dan harapan lulusan, pengguna lulusan, dan pihak berkepentingan lainnya, serta membangun jejaring kemitraan dengan beragam organisasi.

Dokter hewan humanis
Dokter hewan lulusan Universitas Hasanuddin tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai humanis yang berlandaskan etika profesi dan etika terhadap hewan. Pendidikan yang memadukan sains dan teknologi dengan kesadaran sosial akan menghasilkan lulusan yang melaksanakan moto dokter hewan Indonesia, yaitu “manusya mriga satwa sewaka“, yang berarti “mengabdi pada kesejahteraan manusia melalui dunia hewan.”

Benua Maritim Indonesia
Keanekaragaman geografis dan ekologis Indonesia menghadirkan tantangan dan peluang bagi ilmu kedokteran hewan. Sebagai benua maritim yang berlokasi di wilayah tropis, Indonesia merupakan rumah bagi beragam hewan terestrial dan akuatik dengan masalah kesehatan yang berbeda-beda. Dengan mempertimbangkan karakteristik ini dan visi universitas, pendidikan kedokteran hewan di Universitas Hasanuddin memberi perhatian pada interaksi manusia dan satwa di negara kepulauan Indonesia.

Potensi lokal
Kekayaan sumber daya alam hayati dan budaya merupakan modal yang berharga bagi pengembangan ilmu kedokteran hewan. Mahasiswa didorong agar mampu mengidentifikasi, menggali, dan mengembangkan potensi satwa endemik lokal dengan memadukan prinsip ilmiah, pembangunan berkelanjutan, dan kearifan budaya setempat. Mereka diharapkan dapat membawa filosofi ini setelah lulus dan berkarier di seluruh penjuru Nusantara dan dunia.

Indikator Keunggulan Visi

Indikator keunggulan visi PSKH yaitu (1) Program Studi Kedokteran Hewan mengembangkan metode pembelajaran yang mengikuti perkembangan mutakhir keilmuan kedokteran hewan dan kemajuan teknologi, dengan bertumpu pada budaya nasional, mengakar pada budaya lokal, melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman; dan (2) Program Studi Kedokteran Hewan meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian serta menjadi rujukan dalam penelitian terkait kesehatan satwa akuatik dan satwa endemik lokal yang sesuai dengan masyarakat Benua Maritim Indonesia yang multikultural.

Ketercapaian Visi

Visi PSKH realistis untuk dicapai karena (1) Program Studi Kedokteran Hewan berada dalam komunitas akademik yang berorientasi pada pengembangan masyarakat Benua Maritim Indonesia; dan (2) Program Studi Kedokteran Hewan berada di bawah naungan Universita Hasanuddin yang merupakan institusi pendidikan yang menjadi salah satu pusat rujukan Tridharma Perguruan Tinggi di Indonesia.

Misi

Misi program studi selaras dengan visi program studi, misi Fakultas Kedokteran, dan misi Universitas Hasanuddin, yaitu:

  1. menyelenggarakan strata akademik dan profesi bidang kedokteran hewan yang mempunyai kompetensi sesuai dengan OIE Day 1 Graduate Competencies;
  2. menyelenggarakan penelitian di bidang kedokteran hewan yang inovatif, kompetitif, implementatif, dan kolaboratif;
  3. menyelenggarakan pengabdian masyarakat dalam bidang kedokteran hewan berbasis pemberdayaan masyarakat; dan
  4. menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) berbasis One Health.

Tujuan

Tujuan merupakan hal-hal yang ingin dicapai melalui pelaksanaan misi. Tujuan program studi yaitu:

  1. Menghasilkan lulusan bidang kedokteran hewan yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing tinggi.
  2. Menghasilkan produk riset yang inovatif, kompetitif, implementatif, dan kolaboratif.
  3. Terwujudnya hasil pengabdian masyarakat yang mampu memecahkan masalah pembangunan kesehatan hewan.
  4. Meningkatnya kontribusi kedokteran hewan Unhas dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara komprehensif.

Sasaran

Sasaran merupakan target untuk mengukur ketercapaian tujuan. Sasaran program studi yaitu:

  1. a. Meningkatnya lulusan Kedokteran Hewan Unhas yang terserap di instansi pemerintah dan swasta di kawasan Indonesia Timur.
    b. Meningkatnya lulusan Kedokteran Hewan Unhas yang bekerja secara mandiri (membuka klinik, berwirausaha, atau lainnya)
    c. Meningkatnya lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi
  2. a. Meningkatnya produk penelitian
    b. Meningkatnya jumlah kerja sama riset
  3. a. Termanfaatkannya hasil riset untuk pengabdian pada masyarakat
    b. Membantu dalam pengendalian wabah penyakit zoonotik (rabies, antraks, dan lain-lain)
  4. a. Meningkatnya jumlah kegiatan lintas sektoral yang mendukung program one health
    b. Dihasilkannya panduan penanganan dan pengendaliaan penyakit zoonotik
Scroll to Top